Memahami makna Urip iku urup - Kejawencom
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami makna Urip iku urup

 Sugeng rawuh wonten kejawencom. Budaya jawa sarat dengan nilai pembelajaran kehidupan. Pembelajaran ini sangat bermanfaat bila mana di pengang teguh dalam hidup bermasyarakat.



Dari banyaknya budaya jawa yang adiluhung terdapa filosofi-filosofi yang mempunyai makna mendalam. Salah satunya adalah filosofi Urip iku urup yang bila diartikan dalam bahasa indonesia adalah hidup adalah nyala. Filosofi ini mempunyai makna yang mendalam yang bertujuan membimbing manusia agar menjadi lebih baik. Namun di jaman sekarang ini banyak masyatakat jawa yang tidak tahu tentang hal ini. Sering disebut dengan istilah wong jowo sing ilang jawane.

Pada masa modern ini acap kali filosofi-filosofi ini dinilai sesuatu yang kuno, apalagi dengan pengaruh-pengaruh budaya asing yang kian banyak mulai mengikis identitas budaya kita yang adiluhung. Padahal filosofi ini bila kita terapkan dalam kehidupan dapat bermanfaat sepanjang hidup kita. Dan dapat menambah kebijaksaan kita dalam mengambil sikap saat menghadapi berbagai problematika di kehidupan bermasyarakat yang semakin dinamis.

Urip iku urup "Hidup adalah nyala" dapat diartikan bahwasannya hidup hendaknya dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia. Semakin kita memberikan manfaat bagi orang lain semkin baik pula nilai arti kehidupan kita di dunia. Hal ini sejalan dengan ajaran agama Islam yang bilamana "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya". Dan bilamana kita belum mampu memberi manfaat bagi sesama, janganlah meresahkan orang lain.

Urip iku urup "Hidup adalah nyala" filosofi ini mengajarkan kita untuk menjadi makluk sosial yang saling bantu-membantu, bahu-membahu dan bekerjasama untuk kepentingan bersama. Urip iku urup juga mengandung makna bila mana kita sebagai manusia yang mempunyai akal, budi dan daya dapat memberi urup(cahaya), manfaat bagi sesama manusia dan alam serta makhluk yang ada di dalamnya.

Manfaat yang kita berikan akan seperti urup(cahaya) yang menerangi sekitarnya. Manfaat yang kita berikan hendaknya murup atau menyala yang memberikan cahaya bukan membakar dan bukan juga menyilaukan. Urup yang kita berikan hendaknya menerangi dan menghangatkan, serta menunjukan jalan kebenaran untuk setiap makhluk di alam semesta.

Dan bilamana kita saat ini kita masih dalam proses belajar menjadi manusia yang bermanfaat, hendaklah kita jangan menjadi manusia yang merugikan serta meresahkan orang lain. Pada hakikatnya bila kita bermanfaat bagi orang lain pasti Sang pecipta selalu menunjukan jalan kebenaran untuk kita dan kebaikan yang kita tanam pastinya akan kita tuai entah dari orang yang kita tolong atau melalui orang lain.

Sudahkah sedulur kejawencom menjadi urup? Semoga dengan artikel ini memberi manfaat bagi kita semua. Sehingga kita dapat lebih bijaksana dalam menjadapi problematika kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Memahami makna Urip iku urup"