Mengenal gamane Raden Werkudara
Sugeng rawuh wonten Kejawencom. Mengenal gamane Raden Werkudara. Gaman bila diartikan dalam bahasa indonesia adalah senjata atau alat bantu dalam menjalankan sebuah pekerjaan.
![]() |
| https://www.istockphoto.com/ |
Contoh gaman sangatlah beragam dan di sesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang dilakukan. Misalnya seorang petani gamane; Sabit, Cangkul, dsb. Prajurit gamane; Keris, Tombak, Gadha dsb.
Pada artikel kali ini Kejawencom akan membahas gamane Raden Werkudara. Lalu siapa sih sebenarnya Raden Werkudara? Raden Werkudara adalah seorang senopati dalam epos(kisah kepahlawanan) pada era lampau. Kisah tersebut terangkum dalam sebuah perang yang terkenal dengan perang Baratayuda.
Perang baratayuda adalah perang saudara yang memperebutkan kekuasaan, namun di bumbui dengan kelicikan dan balas dendam. Sering disebutkan baratayuda adalah perang penebusan dosa.
Dalam perang tersebut Raden Werkudara menggunakan berbagai gaman, diantaranya adalah,
- Kuku Pancanaka, gaman ini berupa kuki yang menancap pada kedua jempol tangan Raden Werkudara. Gaman kuku pancanaka adalah warisan dari Sang yang Bayu.
- Gada Rujakpolo, gaman ini berupa gada yang di gunakan dalam perang tanding melawan Duryudana. Nama rujakpolo bila di artikan bahwasanya gaman tersebut bisa untuk menumbuk otak manusia. Gada rujakpolo merupakan senjata milik Raden Werkudara dan merupakan gaman pusaka andalannya.
Sekilas tentang Raden Werkudara.
Raden Werkudara adalah putra dari Pandu dan Kunti. Ketika lahir Raden Werkudara terbungkus oleh suatu lapisan kulit yang tidak bisa di robek dengan gaman atau senjata apapun. Kemudian bayi Werkudara tersebut di buang di hutan dan atas kehendak Sang Kuasa ada seekor gajah yang mampu merobek kulit bungkusnya yaitu gajah seno. Dalam kisah pewayangan lakon yang menceritakan kisah ini adalah lakon Bima bungkus.
Raden werkudara mempunyai nama lain atau dasanama, diantaranya adalah; Bima, Werkudara, Brantasena, Pandu putra, Kunti admaja, Bayu putra, Abilawa, Bimasuci.

Posting Komentar untuk "Mengenal gamane Raden Werkudara"